Sejarah
Shuffle
Sejalan dengan perkembangannya, tari modern di
Indonesia ini dapat dikategorikan menjadi beberapa macam, antara lain adalah
hip-hop dance, concert dance, break dance, R&B dance, freestyle
dance, dan yang terakhir baalroom dance
dance, dan yang terakhir baalroom dance
Modern dance, atau dalam Bahasa Indonesia berarti tari
modern, adalah
suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang
suatu bentuk tarian yang terbentuk dan berkembang
sejak dari awal abad 20
Di beberapa tempat yang belum begitu mengenal tari
modern seperti di Indonesia, ballroom dance serta concert dance juga masih
dianggap sebagai bagian dari tari modern ini. Namun apabila dilihat dari latar
belakang sejarah, tari modern ini sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari
Amerika Serikat, serta penari-penari di beberapa negara di Eropa Barat yang
“memberontak” terhadap ballet dance serta classical dance yang sedang booming
saat itu.
Beberapa penari yang paling terkenal dengan aksinya saat itu adalah Loie
Fuller, Isadora Duncan and Ruth St. Denis. Aksi mereka dilandasi dengan faktor
kelemahan dari ballet dan classical dance sendiri, yaitu diperlukannya
perlengkapan khusus selain musik, seperti kostum, sepatu tari, serta bahkan tata
rias yang tebal. Beberapa dari perlengkapan tersebut tidak mampu dimiliki oleh
orang-orang biasa dengan latar ekonomi yang rendah, yang juga punya
ketertarikan besar untuk menari. Oleh sebab itu ketiga penari tersebut kemudian
menciptakan suatu free dance yang kemudian dikenal dengan cikal bakal dari tari.
Di beberapa tempat yang belum begitu mengenal tari
modern seperti di Indonesia, ballroom dance serta concert dance juga masih
dianggap sebagai bagian dari tari modern ini. Namun apabila dilihat dari latar
belakang sejarah, tari modern ini sebenarnya dipelopori oleh penari-penari dari
Amerika Serikat, serta penari-penari di beberapa negara di Eropa Barat yang
“memberontak” terhadap ballet dance serta classical dance yang sedang booming
saat itu.
Beberapa penari yang paling terkenal dengan aksinya saat itu adalah Loie
Fuller, Isadora Duncan and Ruth St. Denis. Aksi mereka dilandasi dengan faktor
kelemahan dari ballet dan classical dance sendiri, yaitu diperlukannya
perlengkapan khusus selain musik, seperti kostum, sepatu tari, serta bahkan tata
rias yang tebal. Beberapa dari perlengkapan tersebut tidak mampu dimiliki oleh
orang-orang biasa dengan latar ekonomi yang rendah, yang juga punya
ketertarikan besar untuk menari. Oleh sebab itu ketiga penari tersebut kemudian
menciptakan suatu free dance yang kemudian dikenal dengan cikal bakal dari tari.
The Running Man(Shuffle Dance) adalah tarian yang
berasal dari tahun 1980-an dan akan dilakukan terutama oleh MC Hammer selama
konser live show dan video musik, tapi baru mencapai popularitas di tahun
2000-an. Tarian ini diciptakan oleh Paula Abdul sementara ia adalah seorang
koreografer bagi Janet Jackson pada akhir ‘80-an. The Running Man ini pertama
kali dilakukan pada tahun 1987 dan 1988 sebagai bagian dari Control Janet
Jackson-tur konser. [Rujukan?] Ia juga digunakan dalam beberapa bentuk tarian
Melbourne Shuffle gaya. Terdiri dari langkah hopping atau geser dilakukan
sedemikian rupa pada kecepatan untuk mensimulasikan seorang pelari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar